Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Buntut penggeledahan awak media sewaktu Peliputan di Lapas

derapjambi.my.id_kualatungkal.   –  Mengkebiri hak awak media saat lakukan peliputan berita di Lapas kelas II B Kualatungkal diduga kangkangi undang-undang Pers No 40 Tahun 1999. Pasalnya, saat peliputan sejumlah awak media dilakukan pengeledahan dan penyitaan ponsel hingga korek api.

Berkilah jalankan SOP seluruh awak media yang akan ingin mememui Kalapas untuk konfirmasi pada Rabu sore (04/02) harus menerima perlakukan yang tidak mengenakan. Karena seluruh alat kerja wartawan berupa ponsel hingga sampai korek api turut di sita.

Hal itu terjadi saat sejumlah awak media meminta klarifikasi dari pihak kalapas terkait dugaan adanya peredaran barang haram narkoba jenis sabu dan ekstasi di Lapas Kuala Tungkal.

Selain respon kurang bersahabat, kalapas Iman Siswoyo juga sempat bersitegang dengan salah satu wartawan dari koran Sinar Pagi Haidir Panjaitan.

“Tidak benar kalau di sini berulang-ulang terjadi penangkapan narkoba, kapan itu berati lebih dari satu kali, mana buktinya ” Sambil menunjuk ke arah wartawan.

Menurutnya, pihak Lapas sudah lakukan pekerjaan secara maksimal. Jika benar masih ada seperti yang ramai diberitakan itu di luar sepengetahuan pihaknya, “kita akui soal handphone yang masuk ke dalam, dan bahkan narkoba jika benar artinya kami kecolongan, kita akan terus tingkat kan razia di dalam Lapas, ” Sebutnya.

Disingung soal pelucutan alat kerja media yang tentunya bertentangan dengan undang-undang pers no 40, “memang seperti itu aturan di sini, saya sendiri pun digeledah saat masuk, ” Jawabnya.

Hengki salah satu awak media ikut mempersoalkan prihal pelarangan wartawan menggunakan alat kerja berupa HP saat konfirmasi, ” Kami kan juga punya aturan kerja, salah satunya menggunakan alat kerja kami berupa HP yang di lengkapi camera di mana pun kami berada, “ujar hengki

Sayangnya protes awak media tidak mendapat respon bahkan tidak dipahami pihak Lapas tetap menahan seluruh alat kerja wartawan selama kegiatan konfirmasi berlangsung.

Ironis sikap dan tindakan yang diterapkan Berlaku juga terhadap wartawan yang akan meliput, sementara puluhan bahkan ratusan ponsel berlaku bebas di dalam lapas tidak mampu di tertipkan.

Diharapkan kepada Pemerintah melalui pihak terkait untuk kembali lakukan kroscek di Lapas Kuala Tungkal. Jika benar ada indikasi benar dugaan adanya peredaran narkoba dapat di tindak dengan tegas demi kenyamanan masyarakat Tanjab Barat. (Sul)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.